HARI CINTA PUSPA DAN SATWA NASIONAL

HARI CINTA PUSPA DAN SATWA NASIONAL

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ditetapkan dalam Keputusan Presiden RI No.4 Tahun 1993.Presiden Soeharto untuk pertama kalinya melaksanakan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.Peringatan hari tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian,perlindungan,pelestarian puspa dan satwa Indonesia.HCPSN juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian,upaya perlindungan,pelestarian dan pemanfaatannya secara berkelanjutan untuk kehidupan manusia.


HCPSN diharapkan dapat menjadi dorongan untuk membangun kesadaran dan kecintaan masyarakat pada flora dan fauna.Sudah sepantasnya moment tersebut terus dikampanyekan kepada masyarakat agar masyarakat dapat ikut serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.


Word Wildlife Fund for Nature ( WWF) yang bekerja terkait isu kehidupan alam liar  dan lingkungan lainnya menyebut bahwa HCPSN  merupakan moment yang baik untuk membentuk kecintaan masyarakat terhadap puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari.

Kepres. RI No.4/tahun 1993  tentang satwa dan bunga nasional,terdapat 3 jenis bunga dan 3 jenis satwa yang dinyatakan sebagai bunga dan satwa  nasional.

Satwa nasional yang dimaksud adalah Komodo (varanus komodoensis),Ikan Siluk Merah (sclerophages formosus) dan Elang Jawa ( spizaetus bartelsi).
 Mengapa komodo?
Komodo hanya ditemukan di Indonesia,habitatnya di dataran rendah terbuka dengan rerumputan dan semak tinggi.Namun,komodo juga ditemukan di habitat lain seperti pantai,puncak punggung bukit,dan sungai kering.
Ikan Siluk Merah atau populer dengan nama Arwana merah memang sangat elok dan menjadi primadona kolektor ikan.Jumlahnya diperkirakan berkurang drastis karena banyak diburu untuk dijual.Maka, ikan tersebut dilindungi.
Elang Jawa yang berukuran besar,penampilannya perkasa namun tetap cantik juga jumlahnya terus berkurang sehingga satwa tersebut dilindungi.
Puspa nasional yang dimaksud dalam Keputusan Presiden no.4 tahun 1993 itu meliputi Melati (jasminum sambac) sebagai puspa bangsa,Anggrek Bulan ( palaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona,dan Padma Raksasa ( rafflesia arnoldi) sebagai puspa langka.
 Puspa Bangsa sebutan untuk Melati memang bunganya cantik dan wangi.Ada yang mahkota bunganya tumpuk- tumpuk ada yang biasa.

Anggrek Bulan
Ditemukan pertama kali pada abad ke-17 oleh Rumphies di Ambon pada tahun 1750 dan diberi nama Epidendrum Albummajus.Baru pada tahun 1973 Linaseus  memberi nama  Epidendrum Amabila pada spesies Anggrek Bulan tersebut di Pulau Nusakambangan.Akhirnya diberi nama Phalaenopsis Amabilis hingga sekarang.

Padma Raksasa ( Bunga Bangkai)
Bunga tersebut merupakan salah satu puspa langka berukuran besar dengan diameter  sekitar satu meter.
Tumbuh merambat tak berdaun  sehingga bunga itu  tak mampu berfotosintesis.Bunga yang menyerupai bangkai busuk membuat bunga itu dinamai Bunga Bangkai.Ditemukan oleh Dr.Joseph Arnold,salah seorang ekepedisi  Thomas Stamford Raffles ( Letnan Gubernur Jenderal Hindia- Belanda pada 20 Mei 1818.

Puspa dan Satwa  langka yang jumlahnya terus berkurang ini perlu dilindungi.Satwa langka utamanya ,menurun drastis karena  rusaknya lingkungan hidup atau habitat asli mereka,faktor perburuan liar,dan perdagangan ilegal.Untuk itu perlu dilakukan konservasi terhadap satwa langka tersebut agar tidak punah.

Langkah apa yang perlu dilakukan?
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan seperti berikut ini.
1.Mengedukasi masyarakat  mengenai satwa langka ( diatur dalam PP No.7 tahun 1999).
2.Menetapkan target edukasi masyarakat.
3.Memberi dukungan terhadap upaya pelestarian.
4.Membuat papan larangan dan peringatan.
5.Melaporkan orang yang  merusak lingkungan.
6.Melaporkan orang yang berburu satwa langka.
7.Menghindari transaksi satwa langka.
8.Membuat penangkaran.

Nah,sekarang kita telah paham terhadap jenis bunga dan satwa yang dilindungi.Dengan moment Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ini mari bergerak,berpartisipasi aktif mengamankan puspa dan satwa.Dari tingkat paling bawah,yuk cintai bunga dan satwa di rumah kita.
( Ditulis oleh Tusilah ,S.Pd. dari berbagai sumber)



Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "HARI CINTA PUSPA DAN SATWA NASIONAL"